Selasa, 17 Oktober 2017

Contoh Bagian Pendahuluan pada Penulisan Karya Ilmiah

Seiring dengan perkembangan zaman, dunia pendidikan ikut berbenah diri dalam pelayanan dan pelaksanaan sistemnya di lapangan. Seperti yang saat ini terjadi, perubahan kurikulum dalam dunia pendidikan yang telah diganti dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dengan Kurikulum 2013 yang sampai saat ini pun masih mengalami perbaikan hingga menjadi Kurikulum 2013 Revisi 2017.
Dengan bergantinya kurikulum pendidikan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 ke Kurikulum 2013 Revisi 2017, tentunya sistem administrasi ataupun pelaksanaan pembelajarannya akan berbeda, terlebih pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Kurikulum 2013 secara umum merupakan kurikulum yang lebih menekankan pada aspek spiritual dan sikap. Dimana dalam pembelajarannya siswa tidak hanya diharapkan memperoleh pengetahuan dan pemahaman secara kognitif saja, tetapi mereka juga diharapkan dapat membentuk spiritual dan sikap mereka sebaik mungkin sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat sekitarnya. Sebenarnya pada pembelajaran KTSP 2006 pun juga ada aspek sikap dan spiritual yang diharapkan terbentuk dengan baik dalam diri siswa, tetapi dalam pelaksanaannya lebih menonjol aspek kognitif.
Pergantian kurikulum ini tentunya diikuti dengan sistem penilaian yang juga berubah. Seperti pada pengisian laporan hasil belajar siswa (raport) yang tadinya dilakukan secara manual dengan ditulis di buku raport, sekarang dengan bergantinya kurikulum ini pengisian raport pun dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK. Yaitu dengan menggunakan aplikasi khusus yang telah dibuat oleh pihak penyelenggara Kurikulum 2013.
Pada pelaksanaannya masih banyak guru-guru yang bingung dengan penggunaan aplikasi raport tersebut. Belum lagi bagi guru-guru yang sudah senior, mereka sudah kesulitan jika harus bergelut dengan teknologi semacam itu. Mereka harus menghadap komputer ataupun laptop untuk mengisi raport siswanya. Para guru senior ini akhirnya lebih memilih untuk memasrahkan tugas pengisian raport pada aplikasi tersebut kepada operator sekolah atau guru yang masih muda yang dianggap bisa mengoperasikan komputer dengan baik dan benar. Padahal operator ataupun guru muda tersebut tidak mengikuti pelatihan ataupun diklat Kurikulum 2013. Sehingga sering sekali terjadi kesalahan atau miss persepsi terhadap laporan hasil belajar siswa (raport) yang diterima oleh orang tua.
Atas dasar inilah, saya mengambil metode penilaian pada Kurikulum 2013 sebagai topik pembahasan dalam penulisan karya ilmiah ini dengan judul “Analisis Penggunaan Aplikasi Raport Kurikulum 2013 bagi Guru-guru Sekolah Dasar di Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan”.


Rabu, 11 Oktober 2017

Bahan Ajar Kelas VI Tema Persatuan dalam Perbedaan Subtema Rukun dalam Perbedaan Pembelajaran 1

Bahan Ajar PPKn

Perbedaan yang Menguatkan



Kampung Cempaka adalah sebuah kampung transmigran. Warganya berasal dari berbagai daerah padat di Pulau Jawa. Hal itu menjadikan mereka berbeda suku maupun agama.
Di Kampung Cempaka, hiduplah lima orang sahabat. Ada Asnah yang berdarah Sunda, Utami dari Banyuwangi, Toni seorang anak etnis Tionghoa yang sebelumnya tinggal di Semarang, Wande dari Suku Tengger di Jawa Timur, dan Marta anak seorang pendeta yang dahulu tinggal di Solo. Di Kampung Cempaka, rumah mereka bersebelahan dan mereka pergi ke sekolah yang sama. Itu sebabnya mereka sangat akrab. Mereka suka bermain bersama dan sering menghabiskan waktu di rumah satu sama lain.
Meskipun berbeda suku, kebersamaan begitu kental terlihat dalam keseharian mereka. Bersama anak-nak lain di Kampung Cempaka, mereka setiap akhir minggu berkumpul di balai utama kampung. Biasanya, selain berolahraga bersama, mereka juga kerap berkeliling ke rumah warga, membantu melakukan apa saja yang dibutuhkan warga.
Kadang-kadang mereka membantu warga lanjut usia, sekedar membereskan rumah atau menyiapkan makanan. Sesekali mereka juga membantu orang tua yang sedang bekerja bakti membersihkan lingkungan.
Dari Toni mereka belajar menari Barongsai. Lalu mereka ajarkan tarian itu kepada anak-anak se-kampung. Sementara itu, setiap tiba panen, Wande dan keluarganya akan sibuk memimpin warga membuat Tumpeng Gede, yaitu nasi khas dari daerah Tengger yang dibuat untuk mensyukuri berkah Tuhan dalam wujud panen raya.
Sikap toleransi yang ditunjukka kelima sahabat itu, memang sekedar berupa hal-hal kecil. Hal kecil dalam keseharian itulah yang mencerminkan kehidupan Bhineka Tunggal Ika di Kampung Cempaka yang kaya akan perbedaan. Mereka hidup damai berdampingan dan tulus saling menjaga.







Bahan Ajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)


Adaptasi adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar. Sama seperti hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas contoh bentuk adaptasi makhluk hidup, terutama pada tumbuhan.
 1. Tumbuhan Makhoni, Jati, dan Randu
Menggugurkan daunnya pada saat kemarau guna mengurangi terjadinya penguapan air sehingga tumbuhan tersebut tetap bisa berfotosintesis meskipun pada musim kemarau. Sehingga tumbuhan ini menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau guna mempertahankan kelangsungan hidup tumbuhan itu sendiri.
Gambar Pohon Jati

Gambar Pohon Makhoni

2. 
Tumbuhan Kaktus
Memiliki duri-duri yang terdapat pada daun dan juga memiliki kulit yang berbatang tebal dan juga berongga, hal itu memiliki fungsi agar dapat menyerap air meskipun berada pada jarak yang jauh. Guna melanjutkan kelangsungan hidupnya pada saat terjadi musim kemarau.

Gambar Tumbuhan Kaktus

3. 
Tumbuhan Salak dan Mawar
Mereka memiliki duri guna melindungi dirinya dari makhluk yang lain.
Gambar Tumbuhan Salak

4. 
Pohon Cemara
Mempunyai bentuk daun yang runcing. Daunnya yang runcing berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun tersebut merupakan adaptasi pohon cemara.

Gambar Pohon Cemara

5. 
Tumbuhan Teratai
Merupakan tumbuhan yang hidup dipermukaan air. Tumbuhan ini mempunyai daun yang berbentuk lebar dan tipis. Daunnya yang lebar dan tipis berfungsi untuk memperbanyak penguapan. Bentuk daun tersebut adalah bentuk adaptasi teratai terhadap tempat hidupnya.

6. Tumbuhan Putri Malu
Mempunyai ciri khusus pada daunnya. Daun tumbuhan putri malu akan mengantup apabila tersentuh sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa putri malu beradaptasi terhadap rangsang sentuhan.

Gambar Tumbuhan Putri Malu

7. 
Kantung Semar
Merupakan tanaman pemakan serangga atau disebut insektivora. Pada waktu tertentu, bunga kantung semar mengeluarkan bau menyengat. Bau tersebut berguna untuk menarik serangga. Tanaman kantung semar mempunyai cairan khusus yang ada di dalam kantung. Cairan tersebut untuk mencerna serangga yang terjebak. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kantung semar beradaptasi untuk memperoleh makanan.

Gambar Kantung Semar

8. Tumbuhan Bakau
Tumbuhan ini hidup di pinggiran pantai. Tumbuhan bakau memiliki akar tunjang untuk menopang tubuhnya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan bentuk adaptasi tumbuhan bakau terhadap lingkungan pantai.

Gambar Tumbuhan Bakau

9. Enceng Gondok
Enceng gondok dapat terapung diatas air karena tangkai daunya yang menggelembung berisi udara. Rongga udara berfungsi untuk bernapas.

Gambar Enceng Gondok

10. 
Padi
Tumbuhan yang sebagian tubuhnya terbenam, mempunyai akar yang melekat di dasar dan daun-daun yang terapung di permukaan air. Tumbuhan ini beradaptasi dengan lingkungannya dengan adanya saluran udara pada batang atau tangkainya.

Gambar Padi




Kamis, 15 Desember 2016


Pesona Pantai Tanjung Bayang Ujung Laut Makassar

Aktivitas nelayan dan masyarakat senada dan seirama dengan latar matahari terbenam yang dengan apik dan tajamnya melukiskan siluet mempesona. Itulah Tanjung Bayang, pantai indah nan cantik di Sulawesi Selatan.
Kota Makassar, Sulawesi Selatan memiliki banyak sekali pantai dengan karekter dan ciri khasnya masing-masing. Biru, putih, sederhana dan menenangkan, mungkin itulah yang dapat diungkapkan untuk melukiskan keindahan Pantai Tanjung Bayang. Pantai ini terletak di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jika dari Kota Makassar, Pantai Tanjung Bayang berjarak kira-kira 4 km ke arah barat.
Pantai Tanjung Bayang adalah salah satu pantai favorit masyarakat Kota Makassar. Selain karena akses yang cukup dekat, pantai ini juga memberikan rasa nyaman dan tenang. Pantai Tanjung Bayang memberikan suasana yang sangat dirindukan oleh setiap pengujungnya. Angin, pasir, ombak yang silih berganti berdatangan ke tepi pantai dengan merdu yang sesekali mampu menggetarkan hati cukup untuk meregangkan urat saraf yang tegang dengan kesibukan dan hiruk piluk serta kesombongan kota.
Pasir pantai yang mengrahkan mata ke arah barat selalu menyuguhkan pemandangan sunset yang luar biasa indah. Saat sinar matahari yang tengah berada di barat bergulat dengan semua aktivitas para nelayan dan orang-orang yang ada di sekitar pantai, maka di saat itu juga akan dihasilkan siluet-siluet yang indah dan eksotis di mata.
Seperti di tempat wisata lainnya, di Tanjung Bayang juga akan ditemui berbagai fasilitas yang banyak disewakan oleh warga setempat. Mulai dari vila yang bisa menampung puluhan orang hingga fasilitas bermain air seperti banana boat yang bertarif Rp. 20.000 per orangnya untuk sekali naik. Untuk masuk ke kawasan itu, jika tidak membawa kendaraan pribadi maka tidak akan dikenai biaya masuk. Sedangkan bagi yang membawa kendaraan pribadi seperti motor dikenakan biaya masuk Rp. 2000 dan mobil Rp. 5000.
Untuk tarif sewa vila yang ditawarkan mulai dari Rp. 200.000 sampai Rp. 400.000. fasilitas yang ada dalam vila pun variatif. Seperti jumlah kamar mandi, kamar tidur, hingga ukuran dan luas vila itu. Vila yang ada pun berbeda-beda, mulai dari rumah panggung yang bahan kontruksinya dari kayu hingga vila yang di bangun dengan permanen berdinding tembok. Vila yang disewakan di tempat tersebut merupakan rumah milik warga setempat.
Sedangkan vila yang cukup untuk menampung 2 sampai 5 orang dipasang tarif Rp. 50.000 per harinya. Untuk ukuran yang relatif kecil tersebut biasanya banyak disewa oleh pendatang yang berprofesi sebagai penjual jajanan disetiap akhir pekan. Mereka kebanyakan datang sejak hari Sabtu siang dan menginap bersama dengan keluarganya di vila yang sekira berukuran 2x3 meter itu hingga hari Minggu sore.
Tanjung Bayang merupakan salah satu pilihan alternatif untuk tempat sekedar mengisi waktu luang, mencari kedamaian dan ketenangan atau untuk mengajak keluarga, teman, relasi kerja untuk menikmati keindahan panorama sunset di ujung laut Makassar.




Kamis, 30 Juni 2016


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      : SDN 05 Pekajangan
Kelas/Semester            : VI (enam)/I (satu)
Tema                           : 2. Persatuan dalam Perbedaan
Subtema                      : 1. Rukun dalam Perbedaan
Pembelajaran               : 1
Alokasi Waktu            : 6 x 35 menit

A.      Kompetensi Inti
1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya, serta cinta tanah air.
3.      Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati, dan mencoba menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4.      Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.       Kompetensi Dasar
PPKn
3.5 Memahami nilai-nilai persatuan pada masa penjajahan, pergerakan
nasional dan kemerdekaan.
4.5 Menerapkan nilai-nilai persatuan pada masa penjajahan, pergerakan
nasional dan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

IPA
3.7 Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan
lingkungan.
4.5 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang adaptasi makhluk hidup
yang ditemui di lingkungan sekitar.
Bahasa Indonesia
3.1 Menggali informasi dari teks laporan investigasi tentang ciri khusus
makhluk hidup dan lingkungan, serta campuran dan larutan dengan
bantuan guru dan teman dalam Bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
4.1 Mengamati, mengolah, dan menyajikan teks laporan investigasi tentang
ciri khusus makhluk hidup dan lingkungan, serta campuran dan larutan
secara mandiri dalam Bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan
memilah kosakata baku.

C.      Indikator
PPKn
3.5.1 Menjelaskan tentang hidup rukun sebagai landasan untuk rukun sebagai
landasan untuk persatuan.
4.5.1 Menceritakan tentang pengalaman hidup rukun sebagai landasan untuk
persatuan.
IPA
3.7.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan menyesuaikan diri melalui kegiatan
petualangan.
4.5.1 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang cara tumbuhan
menyesuaikan diri.
Bahasa Indonesia
3.1.1 Menjelaskan informasi penting tentang ciri khusus tumbuhan setelah
melakukan kegiatan petualangan.
4.1.1 Menyajikan teks laporan setelah melakukan kegiatan petualangan di
sekitar sekolah.
D.      Tujuan Pembelajaran
PPKn
1.      Dengan mengamati gambar, membaca, dan menanya, siswa mampu menjelaskan  manfaat hidup rukun dalam perbedaan sebagai landasan persatuan dengan baik.
2.      Melalui presentasi, siswa mampu menceritakan pengalaman mereka tentang hidup rukun dalam perbedaan sebagai landasan terciptanya persatuan dengan percaya diri.
IPA
1.      Dengan observasi dan mengumpulkan informasi, siswa mampu mengidentifikasi adaptasi tumbuhan dengan menanamkan sikap ingin tahu dengan tepat.
2.      Dengan presentasi, siswa mampu menyajikan laporan hasil pengamatan tentang adaptasi tumbuhan di lingkungan sekitar dengan akurat.
Bahasa Indonesia
1.      Setelah melakukan kegiatan petualangan, siswa mampu mengidentifikasi cara tumbuhan beradaptasi dengan bahasa yang runtut dan kosakata baku.
2.      Setelah melakukan kegiatan petualangan, siswa mampu menulis laporan tentang cara tumbuhan beradaptasi dengan bahasa yang runtut dan kosakata baku.

E.       Materi
PPKn
Hidup rukun sebagai landasan untuk persatuan.
IPA
Cara tumbuhan menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungan.
Bahasa Indonesia
Teks laporan investigasi ciri khusus tumbuhan.



F.       Metode Pembelajaran
Model : Cooperatif  Learning tipe example non example
Metode : Pemberian informasi, pengamatan, tanya jawab, dan diskusi.

G.      Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Durasi
Pendahuluan
a.   Orientasi
1.      Guru memberi salam kepada siswa.
2.      Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin berdoa.
3.      Guru mempresensi kehadiran siswa.
4.      Guru menanyakan jadwal piket, kemudian meminta siswa yang piket untuk membersihkan papan tulis.
b.  Apersepsi
5.      Guru mengaitkan materi pada pembelajaran ke-6 tema 1 dengan materi pada pembelajaran ke-3 tema 2.
c.   Motivasi
6.      Guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu pergi sekolah.
d.  Pemberian acuan
7.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
10 menit
Kegiatan Inti
1.       Guru menyampaikan kepada siswa bahwa pelangi itu indah, karena warna yang berbeda-beda. Hidup berbangsa dn bertanah air akan indah jika kita hidup rukun walaupun berbeda-beda. Hidup rukun merupakan landasan untuk terciptanya persatuan dan kesatuan.
2.       Siwa mengamati gambar tentang masyarakat yang hidup rukun dalam perbedaan pada buku siswa. (mengamati)
3.       Siswa membaca teks tentang masyarakat yang hidup rukun dalam perbedaan  pada buku siswa. (mengamati)
4.       Guru menanyakan apakah ada kata-kata yang sulit dalam teks tersebut. (menanya)
5.       Siswa diminta untuk mencatat kata-kata sulit yang mereka temukan dan mendiskusikan artinya bersama-sama. (mengumpulkan informasi)
6.       Siswa diminta untuk menuliskan hal yang ingin mereka ketahui lebih lanjut tentang hidup rukun dalam perbedaan dengan bentuk pertanyaan. (mengumpulkan informasi)
7.       Siswa menukarkan pertanyaan yang telah mereka buat dengan temna disebelahnya dan mendiskusikan jawabannya bersama-sama. (mengumpulkan informasi)
8.       Siswa menulis kesimpulan tentang hidup rukun  dalam perbedaan pada bagan yang terdapat dalam buku siswa. (menalar)
9.       Siswa menceritakan pengalaman mereka tentang hidup rukun di lingkungan tempat tinggal mereka. (mengkomunikasikan)
10.   Siswa menjelaskan perbedaan yang ada, kegiatan yang dilakukan warga bersama secara rukun, sikap siswa dan sikap keluarga mereka terhadap perbedaan tersebut, serta manfaat yang mereka rasakan dari hidup rukun. (mengkomunikasikan)
11.   Guru menyampaikan bahwa diperlukan kemampuan untuk melakukan penyesuaian atau adptasi ketika kita ingin menciptakan kerukunan dalam perbedaan. Hal tersebut juga berlaku pada tumbuhan, agar keberlangsungan hidupnya terjamin, maka tumbuhan harus melakukan adaptasi sesuai kondisi lingkungan.
12.   Siswa dibagi dalam 5 kelompok, dan masing-masing kelompok akan berpetualang di lingkungan sekolah. (mengamati)
13.   Guru telah menyiapkan beberapa pos, pada setiap pos sudah tersedia berbagai jenis tumbuhan atau gambar tumbuhan beserta informasi tentang cara tumbuhan tersebut beradaptasi.
14.   Setiap kelompok bertugas untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, mencatat dan mendiskusikannya dalam kelompok. (mengumpulkan informasi)
15.   Siswa menulis laporan berdasarkan temuan mereka secara berkelompok. (menalar)
16.   Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil temuan dan diskusi mereka dalam berpetualang di depan kelas. (mengkomunikasikan)
185 menit
Penutup
1.       Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil pembelajaran.
2.       Guru memberi kesempatan pada beberapa siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang diikuti, dan memberikan kesempatan pada siswa yang belum paham untuk bertanya.
3.       Guru memberi pekerjaan rumah pada siswa untuk mengerjkan latihan soal yang diberikan guru.
4.       Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa.
15 menit

H.      Alat dan Sumber Pembelajaran
Alat : Papan tulis, spidol, penghapus, gambar dan teks bacaan tentang masyarakat yang hidup rukun dalam perbedaan, berbagai jenis tumbuhan atau gambar tumbuhan.
Sumber :
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Tema 2
Persatuan Dalam Perbedaan Buku tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas VI. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Tema 2
Persatuan Dalam Perbedaan Buku tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas VI. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

I.         Penilaian
Penilaian aspek kognitif
1.      PPKn
Catatan : centang (√) pada bagian yang memenuhi kriteria
No.
Kriteria
Baik Sekali (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Kurang (1)
1.
Menuliskan kesimpulan tentang manfaat mempraktikkan nilai-nilai persatuan.
Mampu menuliskan lebih dari 5 manfaaat.
Mampu menuliskan 3-4 manfaat.
Mampu menuliskan 2 manfaat.
Dibimbing secara konsisten untuk memahami materi.
2.
Menanya.
Mampu membuat lebih dari 5 pertanyaan dengan benar.
Mampu membuat 3-4 pertanyaan dengan benar.
Mampu membuat 2 pertanyaan dengan benar.
Dibimbing untuk membuat pertanyaan dengan benar.











3.
Mengkomunikasikan informasi
Mampu bercerita dengan percaya diri, suara jelas, dan mudah dimengerti.
Mampu bercerita dengan cukup percaya diri, dan mudah dimengerti, meski terkadang suara kurang jelas terdengar.
Bercerita dengan cukup percaya diri, meski dengan bahasa yang kurang teratur.
Perlu dimotivasi untuk bisa bercerita.


2.      IPA
Catatan : centang (√) pada bagian yang memenuhi kriteria
No.
Kriteria
Baik Sekali (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Kurang (1)
1.
Mengumpulkan informasi tentang sistem adaptasi tumbuhan.
Mampu mencari informasi dari berbagai sumber secara mandiri.
Mencari informasi dari satu sumber secara mandiri.
Sedikit bimbingan saat mencari informasi.
Perlu diingatkan dan didampingi untuk tekun saat mencari informasi.




2.
Mengolah informasi.
Mencatat 10 sistem adaptasi tumbuhan dengan benar.
Mencatat 6-9 sistem adaptasi tumbuhan dengan benar.
Mencatat 5 sistem adaptasi tumbuhan dengan benar.
Mencatat kurang dari 5 sistem adaptasi tumbuhan dengan benar.
3.
Mengkomunikasikan informasi
Melakukan presentasi dengan percaya diri, suara jelas dan mudah dimengerti.
Melakukan presentasi dengan percaya diri dan mudah dimengerti, meski terkadang suara kurang jelas.
Melakukan presentasi dengan cukup percaya diri, meski dengan bahasa yang kurang teratur.
Perlu dimotivasi untuk melakukan presentasi.












3.      Bahasa Indonesia
Catatan : centang (√) pada bagian yang memenuhi kriteria
No.
Kriteria
Bagus (3)
Cukup (2)
Berlatih Lagi (1)
1.
Struktur teks laporan investigasi (definisi umum, deskripsi bagian, dan penutup).
Memuat definisi umum, deskripsi bagian dan penutup secara lengkap.
Memuat definisi umum, deskripsi bagian dan penutup namun kurang lengkap.
Teks tidak memuat salah satu aspek. (definisi umum, deskripsi bagian, atau penutup).
2.
Isi teks.
Seluruh fakta disajikan dengan benar.
Sebagian besar fakta disajikan dengan benar.
Sebagian kecil fakta disajikan dengan benar.
3.
Keruntutan.
Seluruh kalimat runtut.
Terdapat 1-2 kalimat yang tidak runtut.
Terdapat 3 atau lebih kalimat yang tidak runtut.
4.
Tanda baca dan huruf besar.
Seluruh tanda baca dan penggunaan huruf  besar digunakan secara tepat.
Sebagian besar tanda baca dan penggunaan huruf besar digunakan secara tepat.
Sebagian kecil tanda baca dan penggunaan huruf besar digunakan secara tepat.






Penilaian sikap
Catatan : centang (√) pada bagian yang memenuhi kriteria
No.
Sikap
Belum Terlihat
Mulai Terlihat
Mulai Berkembang
Membudaya
Keterangan
1.
Teliti





2.
Bertanggungjawab





3.
Percaya diri





4.
Berani






Semarang, 20 Juni 2016

Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                      Guru Kelas VI


.............................................                                  Dwi Suryaningtyas
                                                                               NPM 14120199